Wednesday, June 6, 2007

Mestakung: Sebuah konsep dari Yohanes Surya

Senin, 28 Agustus 2006- bertempat di wisma makara Universitas Indonesia, Yohanes Surya datang untuk memberikan seminar sekaligus pre-launching bukunya tentang konsep mestakung. Didukung oleh IMPI (Ikatan Mahasiswa Prestasi Indonesia), Yohanes mengawali seminar tersebut dengan mengemukakan pertanyaan singkat, “Apa itu mestakung?” Begitu Pak Yohanes memulai pertanyaan awalan kepada para peserta seminar yang tidak lain adalah para siswa dari beberapa SMA terbaik di Jakarta. Mestakung, sejatinya merupakan tidak lain merupakan singkatan dari Semesta Mendukung, sebuah konsep yang ditawarkan Yohanes Surya untuk menuju sukses.

Didampingi oleh bapak ibu gurunya, para siswa tersebut terlihat sangat antusias mendengarkan seminar dari pembina Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) tersebut. Keantusiasan tersebut bahkan berlanjut sampai kepada sesi tanya jawab. Bahkan, bapak ibu guru pendamping mereka pun juga turut aktif memberikan sumbangan pertanyaan pada seminar yang berlangsung dari pukul 15.00-17.00 tersebut.

Salah seorang guru bertanya mengenai ketakutan siswanya ketika mempersiapkan diri mengikuti olimpiade fisika. Mereka berada di antara dilema penurunan ranking di sekolah dengan tahap persiapan olimpiade yang mereka lakukan tersebut. Yohanes Surya kemudian menjawabnya diplomatis, “Ketika kita sudah membulatkan tekad menargetkan sesuatu maka konsistenlah dan kita kejar apa yang menjadi tujuan kita dengan pantang menyerah. Saya yakin kesuksesan itu akan menjadi kenyataan dan segala yang ada di lingkungan kita akan mendukung. Itulah yang disebut mestakung, semesta mendukung.”

Pada bagian akhir seminar, Bapak Yohanes yang juga peraih gelar Phd dari Universitas terkemuka di Amerika menyimpulkan mengenai konsep mestakung tersebut.

Mestakung -juga akan menjadi judul buku yang rencananya diterbitkan oleh penerbit ternama di Indonesia- itu terdiri dari beberapa elemen. Pertama, posisikan diri kita di posisi kritis. Selanjutnya, konsistenlah terhadap apa yang akan kita raih. Dan elemen terakhir adalah pantang menyerah.

“Dengan semangat itulah saya (Pak Yohanes) akhirnya dapat membawa Indonesia menjadi peraih penghargaan Absolute Winner dalam Olimpiade Fisika Internasional yang diselenggarakan di Singapura tahun ini. Awalnya itu hanya mimpi”, katanya mengakhiri.

hanief.zul@gmail.com

No comments: